Cintai lagu anak-anak.
Ikuti dan hadirilah seminar kampanye save lagu anak yang beratajuk "save lagu anak, save masa depan" yang akan di laksanakan di 5 kota di Indonesia. Jakarta,Bandung,Makassar,Pekanbaru dan Medan
Perhatian ciri lagu yang baik untuk anak.
Ciri-ciri lagu anak:
1.Memiliki bentuk yang sederhana
2.Tema lagu sesuai dengan jiwa anak yang polos
3.Bahasa yang digunakan sederhana,sehingga mudah di pahami dan di mengerti
4.Lompatan nada tidak terlalu jauh
5.Isi lagu bersifat mendidik kearah positif
#savelaguanak
#savemasadepan
#tugasperencanaanauditkomunikasi
Ig: kampanyesavelaguanak
Fb : Save Lagu Anak
Twitter : @savelaguanak_
Id line: putrisurya16
Untuk informasi lebih lanjut kunjungi:
Minggu, 18 Desember 2016
Cintai lagu anak-anak.
Ikuti dan hadirilah seminar kampanye save lagu anak yang beratajuk "save lagu anak, save masa depan" yang akan di laksanakan di 5 kota di Indonesia. Jakarta,Bandung,Makassar,Pekanbaru dan Medan
Untuk informasi lebih lanjut kunjungi:
Web: Savelaguanakku.blogspot.co.id
Ig: kampanyesavelaguanak
Fb: Save Lagu Anak
Twitter: @savelaguanak_
Id Line: putrisurya16
Ikuti dan hadirilah seminar kampanye save lagu anak yang beratajuk "save lagu anak, save masa depan" yang akan di laksanakan di 5 kota di Indonesia. Jakarta,Bandung,Makassar,Pekanbaru dan Medan
Untuk informasi lebih lanjut kunjungi:
Web: Savelaguanakku.blogspot.co.id
Ig: kampanyesavelaguanak
Fb: Save Lagu Anak
Twitter: @savelaguanak_
Id Line: putrisurya16
Senin, 12 Desember 2016
Lagu anak dan kasusnya
Lagu merupakan gubahan seni nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal (biasanya diiringi dengan alat musik) untuk menghasilkan gubahan musik yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan (mengandung irama). Lagu dapat dinyanyikan secara solo, berdua (duet), bertiga (trio) atau dalam beramai-ramai (koir). Perkataan dalam lagu biasanya berbentuk puisi berirama, namun ada juga yang bersifat keagamaan ataupun prosa bebas. Lagu dapat dikategorikan pada banyak jenis, bergantung kepada ukuran yang digunakan. Lagu yang bagus adalah lagu yang bisa memberikan motivasi ataupun memiliki pesan yang positif didalamnya, sehingga bagi yang mendengarkannya pun akan merasakan hal positif.
Kalau kita perhatikan dari perkembangan dunia musik yang ada sekarang ini maka banyak dari kita yang pastinya merasa sangat bangga sekali dengan pencapaian yang telah ada sampai hari ini dimana ada banyak sekali album-album terbaru yang terus dirilis setiap tahun nya dalam dunia musik. Hal ini tidak hanya terjadi didalam blantika musik tanah air saja namun juga diseluruh dunia lagu yang ada pun sangat banyak sekali.
Namun dengan seiring bertambahnya jumlah penyanyi yang hadir setiap hari nya, ini menjadi suatu hal yang sangat membanggakan sekali bagi kita semua nya. Namun dengan pencapaian yang berlangsung tersebut kembali ada yang harus dikorbankan yaitu lagu anak-anak dimana pada tahun 90an kita ketahui bersama bahwa lagu anak-anak sangat berjaya sekali. Dibawah ini akan kami sertakan daftar lagu anak-anak :
A
Abang Tukang Baso (Mamo/Agil)
Aku Anak Indonesia (lagu) (AT Mahmud)
Aku Seorang Kapiten
Ambilkan Bulan Bu (AT Mahmud)
Amelia (AT Mahmud)
Ampar Ampar Pisang (lagu anak daerah dari Kalimantan Selatan)
Anak Gembala (AT Mahmud)
Anak Kambing Saya
Anak Kuat (Ibu Sud)
Apuse (lagu anak daerah dari Papua)
Ayo Mama
Andai Aku Besar Nanti (Sherina)
B
Balonku (AT Mahmud)
Bagi Dua
Bangun Tidur
Bermain (N.N)
Bernyanyi Bergembira
Bintang Kecil(Daljono)
Bintang Kejora (lagu) (AT Mahmud)
Buka Pintu
Bulan Sabit (AT Mahmud)
Bunda (Umay Shahab)
Bunda Piara
Bunga Hiasan
Bungaku (Cornel Simanjuntak)
Burung Hantu
Burung Kakatua (Lagu daerah Maluku)
Burung Kutilang (Ibu Sud)
Burung Nuri (AT Mahmud)
Burung Unta
C
Cemara (AT Mahmud)
Cerita Tikus
Cicak di Dinding
Cik Cik Periuk
Citaria (AT Mahmud)
Cilukba (AT Mahmud)
D - F
Di Sini Senang di Sana Senang
Dakocan
Dengar Katak Bernyanyi (Ibu Sud)
Desaku (Ibu Sud)
Di Pantai (AT Mahmud)
Dua Ekor Anak Kucing (AT Mahmud)
Dua Mata Saya (Pak Kasur)
Cangkul (Ibu Sud)
J - L
Jangan Marah
Jangkrik (AT Mahmud)
Jakarta Berulang Tahun (AT Mahmud)
Jaranan (lagu anak daerah dari Yogyakarta Ciptaan Ki Hadi Sukatno)
Kakak Nia
Kampung Halamanku (Ibu Sud)
Kapal Api
Kasih Ibu (SM. Muchtar)
Kelasku Yang Baru (M. Suharto)
Kelinciku
Kincir Air (AT Mahmud)
Kembang Apiku (Pak Kasur)
Ke Pasar Ikan (AT Mahmud)
Keranjang Sampah
Kereta Apiku (AT Mahmud)
Kring Ada Sepeda
Kucingku (Pak Kasur)
Kunang-Kunang (AT Mahmud)
Kupu-kupu (Ibu Sud)
Lagu Bermain (Ibu Sud)
Lagu Gembira (Ibu Sud)
Lagu Tor-Tor (AT Mahmud)
Layang Layang
Layang-layangku (AT Mahmud)
Lenggang Kangkung (lagu anak daerah dari DKI Jakarta)
Lihat Kebunku (Ibu Sud)
M - O
Mandi (Pak Dal)
Matahari (Kak Irwan)
Main Ular-Ularan (Ibu Sud)
Menanam Jagung (Ibu Sud)
Mendaki Gunung (AT Mahmud)
Mobilku
Musim Panen (AT Mahmud)
Naik Becak
Naik Delman (Ibu Sud)
Naik Kelas (AT Mahmud)
Naik Kereta Api (lagu anak)
Naik Naik ke Puncak Gunung (Ibu Sud)
Nasihat Ibu (AT Mahmud)
Nenek Moyang (Ibu Sud)
Nina Bobo
Nona Manis (lagu anak daerah dari Maluku)
Oh Ibu dan Ayah
P - R
Pagi-pagi (Ibu Sud)
pak polisi (umay shahab)
Paman Datang (AT Mahmud)
Pelangi (AT Mahmud)
Pemandangan (AT Mahmud)
Peramah Dan Sopan (Pak Dal)
Pergi Belajar (Ibu Sud)
Pulang Memancing (AT Mahmud)
Rasa Sayange (Lagu anak daerah dari Maluku)
Ruri Abangku
S - U
Satu-Satu
Sapu Tangan
Sayonara
Selamat Ulang Tahun (lagu) (Adikarso)
Sekuntum Mawar (AT Mahmud)
Selamat Pagi Bu Guru (Pak Kasur)
Semut Kecil
Senam (AT Mahmud)
Serumpun Padi (R Maladi)
Sepasang Burung Kenari (SM Mochtar)
Si Kancil Nakal
SKJ(umay shahab)
Soleram
Suka Hati (lagu) (Kalau kau Suka Hati tepuk tangan)
Taman Kanak-Kanak
Tari Topeng
Teka-Teki (Ibu Sud)
Tek Kotek-Kotek
Tepuk Tangan (AT Mahmud)
Tidur Anakku (Ibu Sud)
Tidurlah Adik (AT Mahmud)
Timang Adik Timang (AT Mahmud)
Tik Tik Bunyi Hujan (Ibu Sud)
Tukang Kayu
Tukang Pos
Tupai (AT Mahmud)
Topi Saya Bundar (Pak Kasur)
W
Waktu Sekolah Usai (Ibu Sud)
Walang Kekek
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_lagu_anak_di_Indonesia
Seiring berjalannya waktu, kini lagu yang bertema anak-anak hampir tidak pernah kita dengarkan lagi. Hal ini dikalahkan oleh dominasi oleh lagu-lagu bertemakan remaja dan dewasa. Memang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa trend musik yang terjadi telah berubah sangat pesat sekali dimana kini lagu-lagu remaja lebih disukai oleh para penggemar musik yang ada diseluruh dunia dan fenomena yang kini sedang terjadi yaitu dimana anak-anak kini lebih menyukai lagu dengan tema remaja yang dimana tidak seharusnya mereka dengarkan dengan usia yang mereka miliki.
Tentu saja ini mengundang keprihatinan dari kita semua yang mendukung lagu anak-anak untuk dapat kembali eksis lagi seperti tahun 90an tersebut karena lagu-lagu yang ada sekarang ini lebih banyak didominasi oleh lagu yang bertemakan cinta yang tidak seharusnya didengarkan oleh anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan tersebut. Hal ini dapat kita lihat sendiri dari banyaknya anak-anak yang sangat mahir sekali dalam menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang seharusnya belum patut mereka dengarkan karena akan memberikan dampak yang sangat besar sekali atas pertumbuhan mereka kelak ketika sudah remaja yaitu mulai mengenal akan pacaran dan banyak lainnya.
Indonesia saat ini benar-benar krisis lagu anak-anak. Gambaran penyanyi lagu anak-anak dengan lirik positif seperti karya Trio Kwek-kwek, Maisy, Enno Lerian dan Bondan Prakoso dulu, telah lenyap.Kini telah berganti dengan anak-anak yang menyanyikan lagu-lagu bertema dewasa dengan lirik yang jauh dari usia mereka.
Beberapa bulan terakhir, sebuah video musik berjudul Lelaki Kardus bikin heboh jagat media sosial. Dalam video itu, tampil seorang anak perempuan yang diketahui bernama NovaRizqi Romadhon membawakan lagu tentang kegagalan rumah tangga.Lelaki Kerdus dimainkan dalam irama dangdut, dengan suara lirih sang penyanyi. Liriknya secara eksplisit menceritakan kisah perselingkuhan seorang ayah, dan derita ibu yang dimadu. Bukan cuman itu, sejumlah makian juga termuat dalam liriknya. Bukan hanya Nova dalam video klip sederhana itu. Ada juga beberapa bocah yang menjadi backing vocal-nya dan sama-sama mengumpat dalam lagu itu.
Di salah satu kanal YouTube, video musik itu sudah disimak lebih dari 60 ribu kali, Kamis (30/6/2016). Capaian itu didapat sehari sesudah video diunggah pada Rabu (29/6).Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPA Indonesia) yang sebelumnya dikenal bernama Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) turut mengecam video ini. "Menampilkan anak-anak pada tayangan dan nyanyian bertema dewasa dapat disetarakan sebagai bentuk perlakuan salah terhadap anak," kata Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak LPA Indonesia, Reza Indragiri Amriel, dilansir CNN Indonesia.Netizenjuga terpantau membicarakan lagu Lelaki Kerdus dalam nada-nada negatif. Kebanyakan dari mereka sependapat bahwa lirik lagu itu tak patut dinyanyikan anak-anak.
Terinspirasi kisah nyata
LPA indonesia (Lembaga Perlindungan Anak) mengaku telah berkomunikasi dengan pencipta lagu tersebut. Konon, Lelaki Kerdus terinspirasi kisah nyata kehidupan seorang anak dan ibu di Bangkalan, Madura. Sang pencipta lagu, sejak empat tahun lalu telah menikahi ibu tersebut, sekaligus mengurusi anaknya.Ihwal lagu itu, LPA indonesia menyebutnya tak bisa dibenarkan meski terinspirasi kisah nyata. "Walaupun kisah nyata, visualisasi dengan lirik tentang perceraian dan dengan bahasa yang kasar jelas melanggar etika dan moral perlindungan anak," kata Ketua LPA indonesia, Asrorun Niam, dikutip detikcom.
Label "kisah nyata" juga dibenarkan Nurul, ibu dari anak perempuan yang menyanyikan Lelaki Kerdus. Menurut detikcom, Nurul berang saat lagu ini jadi sorotan publik. Menurutnya tak ada yang perlu ditakutkan dari lagu tersebut. "Memangnya kenapa? Biar saja menyanyikan lagu. Ini terinspirasi kisah nyata," kata Nurul. Saat ini, anak perempuan yang menyanyikan Lelaki Kerdus sudah berusia sekitar 15 tahun. Adapun video musiknya dibuat sejak beberapa tahun silam.
Merujuk keterangan LPA Indonesia, video musik ini bisa dikategorikan "perlakuan salah" yang bisa bertentangan dengan Undang-Undang No.35/2014 tentang Perlindungan Anak. "Setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan Anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran," demikian larangan yang termuat dalam pasal 76B. Pelanggaran atasnya bisa diancam dengan pidana penjara, paling lama lima tahun, dan/atau denda paling banyak Rp100 juta.
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informasi akan meminta Google menghapus video tersebut di YouTube. Sebelumnya, pencipta lagu ini sudah dihubungi dan langsung menurunkan video tersebut. Meski demikian, video itu telanjur tersebar melalui akun-akun lain."Karena sudah banyak yang mengopi maka lagu tersebut masih ada di YouTube. Karena itu Kominfo akan mengirim surat ke YouTube untuk menghapus videonya," kata Kepala Pusat Informasi dah Humas Kementerian Kominfo, Ismail Cawidu.
Atas perkara ini Kadiv sosialisasi LPA Indonesia, Erlinda akan memanggil pihak-pihak terkait. "Hari ini akan melayangkan surat kepada yang mengupload atau membuat video ini yang aransemen lagu ini dan kami akan memanggil secara resmi. Kemungkinan Senin atau Sselasa hadir jika bisa (hari Jumat) akan lebih baik. Ini jangan sampai beredar. Kami sudah meminta Menkominfo memblokir," kata Erlinda belum lama ini.
Selain itu, LPA indonesia mendorong pemerintah mensahkan Ruu pengasuhan anak. RUU itu memuat tanggung jawab pengasuhan anak dari ortu juga ketika anak dialihkan ke keluarga besar dan jika anak diasuh panti asuhan. Disana akan diatur pola pengasuhan anak semestinya. LPA juga mendorong pemusik untuk menciptakan anak-anak yang semakin jarang didengar akhir-akhir ini.
Dalam kasus ini, dapat kita lihat bahwa anak di bawah umur justru menyanyikan lagu dewasa dengan konten perselingkuhan yang dilakukan oleh ayahnya serat kata-kata yang ditampilkan dalam lagu tersebut tidak mencerminkan norma kesopanan terlebih lagi itu dilakukan oleh anak-anak. Dari kasus ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi semua orang, tak hanya orang tua saja,tetapi kakak,abang,om,tante,kakek,nenek untuk tetap memantau apa yang sedang dilakukan oleh anak-anak. Tak hanya dalam hal perkembangan fisiknya saja tetapi dalam segala aspek. Hal ini bertujuan agar anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan umurnya. Apa yang harusnya menjadi bagian dari kehidupan anak-anak harus lah mereka dapatkan. Kita sebagai orang dewasa harus terus memantau apa yang mereka perbuat.
Ironis memang melihat kenyataan saat ini, anak-anak yang mengetahui dan hapal lagu-lagu yang kontennya untuk orang dewasa terkadang mendapatkan kebanggaan tersendiri bagi orangtua karena anaknya dapat dengan lancar menyanyikan lagu-lagu orang dewasa disertai dengan goyangan-goyangan yang sebenarnya tak pantas untuk mereka tirukan. Hal inilah yang semakin membuat pemikiran anak bahwa dengan mereka menghapal lagu orang dewasa,mereka akan di bangga-banggakan oleh orang-orang yang melihatnya.Orangtua dan orang dewasa yang tugasnya untuk memantau perkembangan anak-anak hendaknya dapat dilakukan dengan lebih intensif. Berilah tayangan atau informasi kepada anak-anak sesuai dengan umur mereka.
Atas dasar kasus inilah,kelompok kami mengambil tema “SaveLaguAnak” dalam tugas Perencanaan Audit dan Komunikasi. Dengan maksud memberikan kesadaran bagi semua pihak betapa pentingnya memberikan dan memantau segala apa yang mereka lihat,dengar dan tirukan. Karena anak-anak merupakan individu yang sngat mudah untuk menirukan hal-hal disekitarnya apalagi jika hal itu dapat membuatnya mendapatkan banyak pujian dari orang-orang.
Langganan:
Komentar (Atom)
